Pendidikan dan Potensi Diri

PENDIDIKAN DAN POTENSI DIRI

  1. Pendahuluan.

Pendidikan merupakan proses perbaikan, penguatan, dan penyempurnaan terhadap semua kemampuan dan potensi manusia. Pendidikan juga berarti sebagai suatu ikhtiar manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai dan kebudayaan yang ada dalam masyarakat. Dalam masyarakat yang peradabannya sangat sederhana sekalipun telah ada proses pendidikan. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika sering dikatakan bahwa pendidikan telah ada semenjak munculnya peradaban umat manusia.[1] Sebab, semenjak awal manusia diciptakan upaya membangun peradaban selalu dilakukan. Manusia menciptakan kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Melalui proses kependidikan yang benar dan baik maka cita-cita ini diyakini akan terwujud dalam realitas kehidupan manusia. Baca lebih lanjut

Penilaian Formatif dan Revisi Pembelajaran

  1. A.    Penilaian Formatif dan Revisi Pembelajaran

Penilaian (assessment) adalah rangkaian kegiatan dengan menggunakan alat penilaian untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan informasi tentang keberhasilan proses belajar mengajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan) peserta didik. Dari hasil penilaian dapat diperoleh informasi atau gambaran prestasi atau hasil belajar siswa. Hasil penilaian dapat berupa nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa angka). Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif tersebut. Baca lebih lanjut

Mengembangkan Strategi dan Memilih Bahan Intruksional/Pembelajaran

Strategi Pembelajaran

Secara umum strategi dapat diartikan sebagai suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi juga bisa diartikn sebagai pola-pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Sanjaya, 2007 : 126). Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dari pendapat tersebut, Dick and Carey (1985) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa (Sanjaya, 2007 : 126). Baca lebih lanjut

Menulis Tujuan Kompetensi Dasar ,Mengembangkan Butir Tes Acuan Patokan

MENULIS TUJUAN KINERJA/KOMPETENSI DASAR (KD) DAN MENGEMBANGKAN BUTIR TES ACUAN PATOKAN

                                                                                    

  1. A.                Menulis Tujuan Kinerja/Kompetensi Dasar (KD) 

Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran, yang melibatkan ranah afektif, kognitif dan psikomotorik. Sebelum menentukan atau memilih kompetensi dasar, terlebih dahulu mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Urutan berdasarkan hirarki konsep disiplin ilmu dan/ atau tingkat kesulitan Kompetensi   Dasar.
  2. Keterkaitan antara Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam mata pelajaran, dan
  3. Keterkaitan antara Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar antar mata pelajaran. Baca lebih lanjut

Melakukan Analisis Pembelajaran dan Identifikasi Perilaku Siswa

Melakukan Analisis Pembelajaran

Analisis pembelajaran adalah satu dari beberapa langkah yang harus direncanakan dan dipersiapkan secara matang sebelum kita mentransfer sebuah ilmu kepada siswa. Perlu direncanakan dan dipersiapkan secara matang, karena pada analisis pembelajaran ini terjadi proses menjabarkan perilaku umum menjadi perilaku khusus yang tersusun secara logis dan sistematik (Atwi Suparman, 2001 : 89). Kegiatan ini dimaksudkan agar tergambar susunan perilaku khusus dari yang paling awal sampai yang paling akhir. Baik jumlah maupun susunan perilaku tersebut akan memberikan keyakinan kepada pengajar bahwa perilaku yang tercantum dalam TIU dapat dicapai secara efektif dan efisien. Namun kenyataannya, tidak sedikit dari pengembang pembelajaran (termasuk pengajar) melewati tahapan ini. Kebanyakan dari mereka dari TIU langsung melompat ke penulisan TIK, tes, atau isi pelajaran, sehingga kegiatan pembelajaran yang dihasilkan menjadi tidak sistematik. Baca lebih lanjut